Laman

Minggu, 10 Mei 2015

Belajar Menulis 3 Paragraf

menulis itu bagi sebagian orang sangat mudah dan sebagian lagi sangat sulit. seorang penulis pernah berkata, jika mau jadi seorang penulis maka mulailah dengan menulis apa saja yang ingin kita tulis menimal tiga paragraf per hari. 
makanya saya mulai belajar menulis, karena orang tidak akan tau apa yang ada didalam fikiran kita kalau tidak dituangkan dalam bentuk tulisan. masih ingat bagaimana perjuangan Bung Hatta, Bung Karno, Bung Syahrir atau tokoh perjuang kemerdekaan yang lainnya. mereka mendidik rakyat dan mengobarkan semangat perjuangan dengan tulisan-tulisannya yang menggugah semangat. pemikiran pembaharuan bisa jadi mengubah hanya segelintir orang ketika disampaikan dari mulut ke mulut tetapi bisa mengubah banyak orang ketika dituangkan dalam tulisan. bahkan ilmu akan cepat hilang kalau tidak ditulis, sehingga ikatlah ilmu dengan menulisnya.
itulah secuil gambaran manfaat dari menulis. tapi sering sekali saya bingung harus memulainya dari mana. seperti sekarang ini saya tidak punya ide untuk menulis apa. meski sebenarnya banyak banyak hal yang ada didalam fikiran bisa ditulis. saat ini bagi saya sangat sulit untuk menuangkan ide, gagasan atau lintasan fikiran kedalam tulisan. yah misalnya masalah kuliah, ingin menikah, punya mimpi ini, target itu, atau hanya ingin menuangakan pemikiran pembelaan rakyat kepada pemerintah atau juga surat cinta untuk bidadari, bisa juga ingin membuat novel atau cerpen yang dramatis dengan tokoh yang terus dilanda konflik. itu semua ada dalam fikiran saya, tapi sangat sulit untuk menuangkannya dalam tulisan. 
makanya sekarang ini saya lagi belajar menulis, paling tidak mengikuti petuah dari penulis profesional untuk terus berusaha menulis apa saja minimal tiga paragraf. 
eh kayaknya sudah lebih dari tiga paragaraf nih. yes. tapi biar lebih banyak, saya akan tambahkan sedikit curahan hati seseorang kepada dirinya
"saya tu memang begitu orangnya,he. setelah saya sadari tidaklah baik ketika terus-terus mengumbar kata sayang dan cinta meskipun itu benar adanya, toh pada nantinya saya dikatakan pemberi harapan palsu dan mempermainkan perasaan hanya karena salah sedikit saja. pasti saya akan sangat merasa bersalah ketika dijudge dengan hal semacam itu. makanya saya akan cenderung mengambil sikap diam dan dikatakan tidak bernyali tetapi saya terus berjuang mendapatkan dia dalam diam saya, itu lebih baik dari pada dikatakan sebagai penjahat cinta" 

Tidak ada komentar: