Laman

Kamis, 21 Mei 2015

YA ALLAH AKU INGIN MENIKAH

Sabtu, 9 Mei 2015
Tutut tutut tutut suara HP saya bordering pada jum’at malam tanggal 8 Mei, setelah dicek ternyata isinya sms undangan TABLIGH AKBAR yang kira-kira isinya begini “UNDANGAN Tabligh Akbar “Ya Alloh, Aku Ingin Menikah” bersama USt. Burhan Shodiq., Sabtu 9 Mei 2015 jam 08-11.30 @Masjid Nurul Ashri Dresan”. Mendadak memang, taklimatnya datang H-1. Tetapi itu tidak menjadi alasan untuk tidak datang. Sebabnya memang sudah jelas, temanya sangat menarik bagi anak muda yang belum menikah dan ingin menikah.hehe lha kalo diminta hadiri kajian tentang tafsir saja males, tapi ini temanya mengena banget, istilah krennya Gue Banget deh.he
Bener sekali ternyata yang hadir banyak, kebanyakan belum menikah, dan saya rasa yang hadir sudah pengen banget menikah, kayaknya ada juga yang pengen menikah lagi.he
Buku yang ditulis oleh USt. Burhan Shodiq ini kelihatannya sangat menginspirasi dan pas untuk anak-anak muda tanpa menghilangkan sisi syar’inya, yah meskipun saya belum baca tetapi setidaknya saya dapat gambaran dari testimoni orang  yang sudah membaca dan tampak juga dari pemaparan Ust. Burhan Shodiq. Awalnya saya berfikir tabligh akbar akan berlangsung dengan serius. tetapi saya salah, ternyata cara penyampaian dari Ust. Burhan Shodiq sangat santai dengan memadukan kondisi-kondisi kekinian sehingga sangat gampang dipahami.
Sebenarnya apa sih menikah itu? Pertanyaan ini bisa dijawab secara harfiah menurut islam atau dengan menggunakan makna dari menikah itu sendiri. Bisa jadi akan berbeda jawaban masing-masing orang, misalnya menikah itu menyatukan cinta dua insan dalam sebuah ikatan pernikahan, atau menikah itu menyatukan dua karakter yang berbeda untuk saling melengkapi sekaligus menyatukan dua keluarga besar, atau juga menikah itu untuk bahagia, bisa juga menikah itu untuk menjaga kehormatan diri dan juga untuk mendapatkan ketenangan. Yah semuanya benar.
Memang menikah itu bukan menjanjikan kebahagiaan bisa jadi sebaliknya, akan banyak masalah yang timbul, cobaan semakin berat. Walaupun begitu, islam sangat menganjurkan untuk menikah, tidak hanya untuk menjaga diri dari perbuatan zina tetapi juga bisa membuat seseorang akan menjadi lebih dewasa karena cobaan dan ujian yang dilaluinya. Sering sekali saya menemukan orang yang mengatakan menikah itu ibarat patamorgana, ibarat melihat gunung, sangat indah dari kejauhan tetapi didalamnya banyak cobaan dan ujian. Kadang juga saya menemukan orang  mengatakan “Andai bisa memutar waktu”. Iya saya sutuju jika akan banyak maslah yang timbul, tetapi saya berfikir bahwa masalah itu akan menjadi jalan untuk meningkatkan kulaitas diri. Karena setiap orang memiliki cara yang berbeda beda dalam menyikapi masalah itu, dan orang yang selalu bersyukur akan selalu dalam ketenangan.
Banyak alasan kenapa menikah ditunda, bisa jadi maslah tidak ada dana untuk menikah, masih kuliah, masih ingin menikmati masa muda dan banyak yang lainnya. Yang jelas wajib hukumnya untuk menikah ketika sudah mampu dan tidak bisa menjaga diri dari maksiat dan zina.
Intinya saya tidak setuju ketika menikah menjadi sumber masalah, tetapi yang menjadi masalah adalah ketika MENJOMBLO.hiks hiks

YA ALLOH AKU INGIN MENIKAH!!!!



Tidak ada komentar: