Sabtu, 9 Mei 2015
Tutut tutut tutut suara HP saya
bordering pada jum’at malam tanggal 8 Mei, setelah dicek ternyata isinya sms
undangan TABLIGH AKBAR yang kira-kira isinya begini “UNDANGAN Tabligh Akbar “Ya
Alloh, Aku Ingin Menikah” bersama USt. Burhan Shodiq., Sabtu 9 Mei 2015 jam
08-11.30 @Masjid Nurul Ashri Dresan”. Mendadak memang, taklimatnya datang H-1.
Tetapi itu tidak menjadi alasan untuk tidak datang. Sebabnya memang sudah
jelas, temanya sangat menarik bagi anak muda yang belum menikah dan ingin
menikah.hehe lha kalo diminta hadiri kajian tentang tafsir saja males, tapi ini
temanya mengena banget, istilah krennya Gue Banget deh.he
Bener sekali ternyata yang hadir
banyak, kebanyakan belum menikah, dan saya rasa yang hadir sudah pengen banget
menikah, kayaknya ada juga yang pengen menikah lagi.he
Buku yang ditulis oleh USt.
Burhan Shodiq ini kelihatannya sangat menginspirasi dan pas untuk anak-anak
muda tanpa menghilangkan sisi syar’inya, yah meskipun saya belum baca tetapi
setidaknya saya dapat gambaran dari testimoni orang yang sudah membaca dan tampak juga dari
pemaparan Ust. Burhan Shodiq. Awalnya saya berfikir tabligh akbar akan
berlangsung dengan serius. tetapi saya salah, ternyata cara penyampaian dari
Ust. Burhan Shodiq sangat santai dengan memadukan kondisi-kondisi kekinian
sehingga sangat gampang dipahami.
Sebenarnya apa sih menikah itu?
Pertanyaan ini bisa dijawab secara harfiah menurut islam atau dengan
menggunakan makna dari menikah itu sendiri. Bisa jadi akan berbeda jawaban
masing-masing orang, misalnya menikah itu menyatukan cinta dua insan dalam
sebuah ikatan pernikahan, atau menikah itu menyatukan dua karakter yang berbeda
untuk saling melengkapi sekaligus menyatukan dua keluarga besar, atau juga
menikah itu untuk bahagia, bisa juga menikah itu untuk menjaga kehormatan diri
dan juga untuk mendapatkan ketenangan. Yah semuanya benar.
Memang menikah itu bukan
menjanjikan kebahagiaan bisa jadi sebaliknya, akan banyak masalah yang timbul,
cobaan semakin berat. Walaupun begitu, islam sangat menganjurkan untuk menikah,
tidak hanya untuk menjaga diri dari perbuatan zina tetapi juga bisa membuat
seseorang akan menjadi lebih dewasa karena cobaan dan ujian yang dilaluinya.
Sering sekali saya menemukan orang yang mengatakan menikah itu ibarat patamorgana, ibarat melihat gunung, sangat indah dari kejauhan tetapi didalamnya
banyak cobaan dan ujian. Kadang juga saya menemukan orang mengatakan “Andai bisa memutar waktu”. Iya
saya sutuju jika akan banyak maslah yang timbul, tetapi saya berfikir bahwa
masalah itu akan menjadi jalan untuk meningkatkan kulaitas diri. Karena setiap
orang memiliki cara yang berbeda beda dalam menyikapi masalah itu, dan orang
yang selalu bersyukur akan selalu dalam ketenangan.
Banyak alasan kenapa menikah
ditunda, bisa jadi maslah tidak ada dana untuk menikah, masih kuliah, masih
ingin menikmati masa muda dan banyak yang lainnya. Yang jelas wajib hukumnya
untuk menikah ketika sudah mampu dan tidak bisa menjaga diri dari maksiat dan
zina.
Intinya saya tidak setuju ketika
menikah menjadi sumber masalah, tetapi yang menjadi masalah adalah ketika
MENJOMBLO.hiks hiks
YA ALLOH AKU INGIN MENIKAH!!!!




