Laman

Kamis, 21 Mei 2015

YA ALLAH AKU INGIN MENIKAH

Sabtu, 9 Mei 2015
Tutut tutut tutut suara HP saya bordering pada jum’at malam tanggal 8 Mei, setelah dicek ternyata isinya sms undangan TABLIGH AKBAR yang kira-kira isinya begini “UNDANGAN Tabligh Akbar “Ya Alloh, Aku Ingin Menikah” bersama USt. Burhan Shodiq., Sabtu 9 Mei 2015 jam 08-11.30 @Masjid Nurul Ashri Dresan”. Mendadak memang, taklimatnya datang H-1. Tetapi itu tidak menjadi alasan untuk tidak datang. Sebabnya memang sudah jelas, temanya sangat menarik bagi anak muda yang belum menikah dan ingin menikah.hehe lha kalo diminta hadiri kajian tentang tafsir saja males, tapi ini temanya mengena banget, istilah krennya Gue Banget deh.he
Bener sekali ternyata yang hadir banyak, kebanyakan belum menikah, dan saya rasa yang hadir sudah pengen banget menikah, kayaknya ada juga yang pengen menikah lagi.he
Buku yang ditulis oleh USt. Burhan Shodiq ini kelihatannya sangat menginspirasi dan pas untuk anak-anak muda tanpa menghilangkan sisi syar’inya, yah meskipun saya belum baca tetapi setidaknya saya dapat gambaran dari testimoni orang  yang sudah membaca dan tampak juga dari pemaparan Ust. Burhan Shodiq. Awalnya saya berfikir tabligh akbar akan berlangsung dengan serius. tetapi saya salah, ternyata cara penyampaian dari Ust. Burhan Shodiq sangat santai dengan memadukan kondisi-kondisi kekinian sehingga sangat gampang dipahami.
Sebenarnya apa sih menikah itu? Pertanyaan ini bisa dijawab secara harfiah menurut islam atau dengan menggunakan makna dari menikah itu sendiri. Bisa jadi akan berbeda jawaban masing-masing orang, misalnya menikah itu menyatukan cinta dua insan dalam sebuah ikatan pernikahan, atau menikah itu menyatukan dua karakter yang berbeda untuk saling melengkapi sekaligus menyatukan dua keluarga besar, atau juga menikah itu untuk bahagia, bisa juga menikah itu untuk menjaga kehormatan diri dan juga untuk mendapatkan ketenangan. Yah semuanya benar.
Memang menikah itu bukan menjanjikan kebahagiaan bisa jadi sebaliknya, akan banyak masalah yang timbul, cobaan semakin berat. Walaupun begitu, islam sangat menganjurkan untuk menikah, tidak hanya untuk menjaga diri dari perbuatan zina tetapi juga bisa membuat seseorang akan menjadi lebih dewasa karena cobaan dan ujian yang dilaluinya. Sering sekali saya menemukan orang yang mengatakan menikah itu ibarat patamorgana, ibarat melihat gunung, sangat indah dari kejauhan tetapi didalamnya banyak cobaan dan ujian. Kadang juga saya menemukan orang  mengatakan “Andai bisa memutar waktu”. Iya saya sutuju jika akan banyak maslah yang timbul, tetapi saya berfikir bahwa masalah itu akan menjadi jalan untuk meningkatkan kulaitas diri. Karena setiap orang memiliki cara yang berbeda beda dalam menyikapi masalah itu, dan orang yang selalu bersyukur akan selalu dalam ketenangan.
Banyak alasan kenapa menikah ditunda, bisa jadi maslah tidak ada dana untuk menikah, masih kuliah, masih ingin menikmati masa muda dan banyak yang lainnya. Yang jelas wajib hukumnya untuk menikah ketika sudah mampu dan tidak bisa menjaga diri dari maksiat dan zina.
Intinya saya tidak setuju ketika menikah menjadi sumber masalah, tetapi yang menjadi masalah adalah ketika MENJOMBLO.hiks hiks

YA ALLOH AKU INGIN MENIKAH!!!!



Sabtu, 16 Mei 2015

PENDIDIKAN LEPANG ORANG SASAK

Mungkin kita belum pernah dengar tentang pendidikan lepang. Ya karena memang tidak pernah diajarkan di bangku sekolahan, tetapi pendidikan ini sering kita terima dari orang-orang tua kita. Lepang dalam bahasa sasak artinya katak/kodok. Mungkin ini adalah hal yang spele dan tidak berdampak besar bagi kehidupan kita dan anak-anak kita. Pendidikan lepang kepada anak-anak bagi sebagian orang Lombok sudah layak dan diajarkan secara turun temurun dari nenek moyang kita dan tanpa kita sadari, entah siapa yang memulai yang jelas pendidikan ini adalah pendidikan yang keliru, karena mendidik anak menjadi pengecut dan tidak bijak. Kebudayaan-kebudayaan yang begitu banyak dari masyarakat Lombok memiliki philospi tersendiri, tetapi kebanyakan dari kita tidak mau mendalami pelajaran dan ajaran yang tersirat didalamnya. Orang tua kita banyak mewarisi kebudayaan dan kebiasaan tanpa penjelasan yang mendalam dan tugas kita menggali ajaran yang ada didalamnya. Seperti pendidikan lepang ini. Ketika kita disekolah kebanyakan kita diajarkan tentang pengetahuan umum. Sehingga kita menjadi ahli dalam pelajaran fisika, matematika, ekonomi atau yang lainnya. Tetapi sedikit sekali kita diajarkan pelajaran dari kebudayaan yang diwariskan orang tua kita. Pendidikan bahasa sasak dan budaya sasak jarang diajarkan disekolahan. Padahal penting untuk kita mengetahui semuanya sehingga budaya-budaya Lombok tidak punah. Sebagai putra daerah sudah semestinya kita mencintai budaya-budaya yang arif dan bijaksana dalam menjalani kehidupan ini. Pendidikan yang berkarakter sangat penting untuk diajarkan. Dan kita terus mencoba mencari tahu ajaran-ajaran yang bagus dan yang kurang bagus, sehingga kita bisa belajar lebih bijak, tidak begitu saja menerima ajaran-ajaran tersebut. Seperti pendidikan lepang ini.
Kita sering mendengar, ketika anak dididik dengan pujian maka dia belajar menghargai, ketika anak dididik dengan kekerasan dia belajar melawan, ketika anak dididik dengan cemoohan dia belajar mendendam dan begitu seterusnya. Lalu bagaimana ketika anak dididik dengan pendidikan lepang ala orang Sasak, apa yang akan dipelajari oleh si anak. Sudah sering kita dengar ketika kita masih kecil, ketika kita terjatuh dan menangis kesakitan, lalu dengan serta merta orang tua kita (ibu atau bapak kita) bilang “sudah jangan nangis lagi, injak lepangnya” laulu dia melanjutkan “seroro lepangnya”. Seroro dalam bahasa Lombok artinya kurang ajar. Tanpa berfikir panjang kita pun mengikuti perkataan orang tua kita dan menginjak tanah tempat kita jatuh lalu berhenti menangis. Hal itu kita lakukan secara terus menerus dan kita ajarkan hal yang sama kepada anak-anak kita. Orang tua kita mungkin berfikir ini adalah cara paling ampuh supaya kita berhenti menangis. Tetapi dibalik itu semua kita belajar dan dididik untuk selalu menyalahkan keadaan dan menyalahkan lepang yang tidak melakukan apapun. Selain itu kita tidak dididik untuk mengakui segala kesalahan yang kita lakukan. Kita lalu beranjak dewasa dengan ajaran lepang yang kita terima dari orang tua kita. Kita belajar menjadi seorang pengecut dan selalu menyalahkan orang lain dan keadaan. Ketika kita terjatuh, lepang selalu kita salahkan. Seandainya lepang melihat dan mengetahui kita selalu menyalahkan dirinya atas kesalahan yang kita lakukan, mungkin dia akan mengadu kepada Tuhan dan mendoakan kita yang tidak baik.
Hal ini sangat penting untuk kita renungi sebagai orang tua, bagaimana seharusnya kita mendidik anak-anak kita. Karena rumah adalah madarasah atau sekolah pertama tempat anak-anak belajar tentang kehidupan dan membangun pondasi yang kokoh dalam menghadapi persaingan dan menghadapi kehidupan yang jauh lebih berbahaya bagi perkembangan moral dan etika sang anak. Yang nantinya anak-anak kita akan menjadi penerus dan pengganti kita. Kalau moral sudah rusak maka hancurlah segalanya. Ya mungkin bukan tindakan yang tepat kalo kita terus menjastifikasi orang tua kita tentang pendidikan lepang yang diberikannya. Tetapi mari kita sikapi dengan lebih bijaksana, dan merubah kesalahan-kesalahan yang ada.

Pendidikan lepang mestinya kita ganti, ketika sang anak terjatuh dan membuat kesalahan, kita beritahu kesalahannya dan kita berikan hukuman yang semestinya. Lalu membesarkan hatinya untuk mencoba dan terus memperbaiki kesalahannya. Sehingga tidak ada alasan untuk kita menyalahkan orang lain.

ECHO KEHIDUPAN

Kehidupan yang kita jalani saat ini adalah seperti sandiwara yang alur ceritanya diatur oleh Tuhan Yang Maha Esa, sang Sutradara kehidupan. Dimana kita adalah actor-aktor yang memainkannya. Sebelumnya, dikehidupan alam kandungan kita sudah teken kontrak dengan-Nya. Umur, rizki, jodoh dan takdir kita sepakati sebagai tiket menjalani kehidupan ini.
Dalam menjalani kompleksitas kehidupan ini sering membuat kita bingung, layaknya sebuah misteri. Segala hal terjadi begitu saja tanpa kita sadari dan fahami. Kebahagiaan bias datang begitu saja ketika kesedihan barusaja melanda, begitu juga sebaliknya. Manusia dalam hidupnya tidak terlepas dari keinginan dan harapan untuk kehidupan yang lebih baik. Banyak hal yang dihadapi, cobaan, rintangan, kegagalan, peluang dan kesuksesan. Sebagai actor, seharusnya menempatkan diri kita sebagai seorang pemenang.
Kehiidupan itu seperti sebuah echo, echo adalah refleksi atau gelombang yang dipancarkan kembali. Seperti hukum Newton III atau dikenal dengan hukum aksi-reaksi yang mengatakan bahwa sebuah aksi yang kita berikan pada suatu objek maka objek tersebut memberikan reaksi yang serupa. Begitu juga dengan kehidupan ini, aksi yang kita berikan untuk kehidupan ini maka kita akan mendapatkan reaksi yang serupa dari kehidupan ini. Segala persepsi, fikiran dan tindakan yang kita berikan pada kehidupan ini maka kita akan mendapati kehidupan seperti yang kita persepsikan. Ketika kita berfikir hidup ini susah maka kita akan mendapatkan kesusahan-kesusahan hidup dan begitu juga sebaliknya. Dan ketika berbuat kerusakan-kerusakan maka kita akan mendapatkan dampak dari kerusakan yang kita lakukan.
Ada sebuah kisah, suatu hari seorang anak kecil pergi mendaki gunung dengan ayahnya. Sang anak begitu senang dan bahagia. Dia sangat menikmati perjalanannya. Ayahnya laulu berkata“ Nak, ini adalah nikmat Tuhan yang diberikan kepada manusia untuk dikelola dan dimanfaatkan”. Mereka terus melangkah dan anak kecil itu sangat menikmati perjalanannya, berlari-lari kecil dan melompat-melompat. Beberapa langkah anak kecil itu terjatuh karena tersandung akar pohon. Spontan saja dia berteriak kesakitan “aduuuh”, tidak lama kemudian terdengar suara misterius “aduuh” meniru perkataan anak kecil itu, suara itu adalah echo atau gema yang dipantulkan tebing-tebing. Anak kecil itu bingung lalu berteriak “Hei, siapa kamu”, bukan jawaban yang dia dapatkan tetapi kata-kata yang dia lontarkan terdengar “Hei, siapa kamu”. Anak kecil itu tambah bingung, lalu dia berteriak lagi“ Tunjukkan dirimu”, dan gema itu terdengar “Tunjukkan dirimu”. Saking jengkelnya anak itu berteriak“ kamu pengecut”, suara misterius (gema) membalas “ kamu pengecut”. Ayahnya lalu tersenyum melihat kelakuan anaknya. Lalu dengan bijak ayahnya menjelaskan suara yang didengar itua dalah Echo, apa yang kita lontarkan maka kita akan mendapatkan hal yang serupa. Lalu ayahnya berdiri dan berteriak “kamu sang pemberani ” suara misterius itu menyahut “kamu sang pemberani”. Ayahnya berteriak lagi “kamu sang pemenang ” suara itu membalas “kamu sang pemenang”. Anak itu terlihat bersemangat lalu berdiri dan berteriak “kamu sang juara” suara misterius menyahut “kamu sang juara”.
Hidup inia dalah sebuah Echo, sehingga berfikir positif atas kehidupan dan Sang Maha pemberi hidup adalah salah satu kunci menjadi seorang pemenang.

Sungguh pelajaran yang sangat luar biasa dari kisah inspiratif tersebut. Dalam hidup ini selayaknya kita memposisikan diri sebagai seorangpemenang. Apa yang kita fikirkan tentang diri kita dan kehidupan kita, itulah diri kita.

Kamis, 14 Mei 2015

Kebahagiaan Inaq

usianya sekarang 48 tahun, dan berhasil meraih gelar sarjananya (S.Pd). dialah seorang pembelajar sejati, tidak pernah puas dalam menuntut ilmu dan mengajarkannya. Aku selalu memanggilnya "Inaq". dia sangat benci dengan anak muda yang menyia-nyiakan waktunya melakukan yang tidak bermanfaat dari pada sekolah, dia juga sangat benci melihat orang tua yang tidak mau menyekolahkan anaknya dengan alasan tidak punya biaya. dia yang selalu memilih mengeluarkan biaya untuk keperluan pendidikan dari pada memilih menimbun harta. pesannya selalu terngiang didalam ingatan "berpendidikan lah yang tinggi, biarlah kita tidak punya apa-apa (materi) asal punya ilmu". bukan harta menjadi prioritas utama yang diwariskan tetapi memberikan pendidikan setinggi-tingginya, karena dengan ilmu mampu merubah keadaan.
9 Mei yang lalu menjadi hari yang istimewa baginya, dia merasa orang yang paling bahagia di dunia karena berhasil meraih gelar sarjananya. teringat kata-kata yang dituturkan kepada saya "anakku, di hari wisudaku. aku merasa menjadi orang yang paling bahagia di dunia. aku tidak tau apakah anakku, adikmu, bapakmu merasa bahagia melihat aku wisuda. tidaklah mudah bagiku menyelsaikannya, banyak rintangan dan ujiannya. dan aku akan merasa menjadi orang yang paling bahagia ketika mendengarkan apalagi melihat anakku wisuda. anakku adalah aset yang terbesar, kebanggaan, bahkan menjadi harapan untuk keluarga ini. tidak putus do'aku, setiap waktu mengiringi lagkah perjuanganmu, tidakhanya di waktu sholat dan sujud panjangku tapi setiap doa makan selalu kuselipkan do'a untuk anakku, dalam do'aku berharap biarlah aku yang merasakan susah dan tidak dirasakan oleh anakku, masak iya Allah tidak mendengar setiap do'a yang kupanjatkan"
belum habis kata-kata yang diucapkan inaq, bulir air mata tidak terbendung mengikuti haru dihati. inaq melanjtukan kata-katanya "anakku, hanya satu yang kuminta darimu sebelum anakku memutuskan hidup bersama wanita yang anakku cintai. berikanlah inaq kebahagian terbesar yang inaq damba-dambakan, persembahkanlah kelulusanmu (mastermu), hanya itu yang kuminta. setelah itu, terserah anakku melanjtukan hidup seperti yang diinginkan. pergilah kelilingi bumi Allah, ambillah manfaat dan pelajaran darinya, tapi janganlah anakku lupa untuk kembali, pulanglah untuk melihat inaq disini"

Terimakasih atas do'a, nasihat dan semua pengorbanan yang inaq berikan. selamat atas diwisudanya inaq (Nurhidayah, S.Pd), semoga ilmu yang didapat bermanfaat dalam mengantarkan generasi harapan bangsa.

Rabu, 13 Mei 2015

Merantau

Kekuatan yang paling menonjol dari orang yang merantau adalah kesabaran kemudian diikuti semangat dan kerja keras. bagi kami hijrah (merantau) baik dalam arti berpindah tempat ataupun dalam arti merubah sikap dan pola pikir merupakan strategi yang jitu untuk memahami beberapa bagian dari rahasia perjalanan hidup. tanah rantauan menjadi tempat yang paling tepat untuk menyusun strategi dan merenungi hari-hari yang sudah dilalui. merantau bukanlah lari dari keadaan di daerah asal, tetapi cara jitu untuk bertransformasi menjadi pribadi yang lebih kuat. buah dari merantau adalah kesabaran dan buah dari kesabaran adalah kesuksesan, tentunya sukses dalam arti yang sangat luas yang tidak terpaku pada materi.
hijrah akan membuat seorang pencari ilmu akan menjadi lebih kaya ilmu dan membuat kita menemukan hal-hal baru. Rasulullah juga hijrah dari Makkah ke Madinah, kemudian dari madinah tersebarlah islam yang merubah peradaban menjadi lebih baik. sebut saja laksamana Cheng Ho melakukan perjalanan mengelilingi dunia dan menyebarkan agama islam. kemudian para perawi hadits seperti imam buhari dan yang lainnya melakukan perjalanan dari satu tempat ke tempat yang lainnya untuk mempelajari hadis Rasulullah dan menjadikan merekan menjadi orang yang ahli dalam ilmu hadis. semangat hijrah inilah yang kami pegang, untuk mengembangkan diri dan untuk menemukan hal yang baru sehingga memperkaya pengetahuan dan pengalaman.
Di tempat saya (Gunung Timba), orang pergi merantau sudah biasa kami lihat sejak kecil. banyak tujuan yang ingin dicapai, entah alasan memperbaiki ekonomi ataupun sekolah setinggi-tingginya. walaupun kami tidak diajarkan secara langsung, dari mulut ke mulut secara turun temurun, tetapi kebiasaan melihat orang merantau mengajarkan kami bahwa merantau bisa membentuk karakter pejuang. 

Selasa, 12 Mei 2015

Bangsaku yang Sakit

Selamat pagi saudara sebangsa dan setanah air, semoga kita selalu dalam lindungan Allah Tuhan Yang Maha Esa, selalu diberikan kesehatan ditengah sakitnya bangsa ini. yang sudah menganugrahkan kemerdekaan bangsa Indonesia dengan seluruh tumpah darah para pejuang kemerdekaan. sudah 69 tahun kemerdekaan bangsa ini sejak proklamasi kemerdekaan diproklamirkan. usia yang cukup tua kalau dibandingkan dengan usia manusia tetapi tidaklah terlalu tua untuk sebuah bangsa, tetapi bangsa ini sedang sakit entah enggan untuk sehat atau memang tidak bisa sehat. kita tentunya sebagai bagian dari bangsa ini harus tetap optimis untuk kesembuhan bangsa ini, setidaknya dengan terus menjaga kesehatan diri.
miris dan sedih rasanya melihat bangsa ini terus dan terus dilanda sakit, masihkah ada asa ditengah guncangan dan serangan yang bertubi-tubi terhadap negeri ini. satu persatu keutuhan bangsa dirontokkan oleh penjajahan gaya baru, neoliberalisme, imprealisme dan kapitalisme. adakah asa ketika sejengkal demi sejengkal kita kehilangan tempat berpijak. 
sakit bangsa ini sudah terlalu parah, rakyat tidak percaya terhadap pemimpinnya, pemimpin tidak percaya kepada rakyatnya. setiap hari rakyat terus dipertonotonkan dengan perebutan kekuasaan, pencurian harta rakyat, sehingga rakyat kehilangan kepercayaan kepada pemimpinnya. siang hari rakyat disuguhkan dengan tayangan yang membuat rakyat semakin ngeri tinggal di negeri ini, pembunuhan, kerusuhan, aksi teror, ancaman narkoba. seolah-olah tidak ada tempat untuk meraskan keamananan dan kenyamanan di negeri ini. malam hari rakyat dipertontonkan nyanyi-nyanyian, joget, dangdutan, seolah-olah rakyat diajak untuk merasa tenang dan melupakan sejenak atas bayang-bayang ketakutan. kemudian pemimpin tidak percaya dengan rakyatnya, berapa banyak rakyat yang mencoba mencari ketenangan kepada Tuhannya dibrangus dengan kejam lantaran dianggap teroris bagi bangsanya sendiri.
wahai saudara sebangsa dan setanah air, mari kita berdoa untuk kesembuhan bangsa ini, meminta dilimpahkan rahmat kepada Tuhan Yang Maha Esa sehingga kita diberikan kemerdekaan seutuhnya.

Senin, 11 Mei 2015

Belajar nulis lagi

hari ini belajar nulis lagi, minimal tiga paragraf sudah cukup. setidaknya keistikomahan untuk tetap menulis bisa dijaga (cie cie yang mau jadi penulis)hehe. ye biarin, ini kan mengikuti petuah sang guru.
kalau difikir-fikir semua orang bisa jadi penulis, atau kalu tidak semuanya, banyak orang bisa jadi penulis. bayangkan saja setiap hari di medsos bertebaran status-status dari jutaan orang. ada yang statusnya galau, senang, dan masih banyak yang lainnya. mungkin kita bisa berterima kasih sama yang buat medsos yang sudah membantu untuk istikomah menulis. facebook misalnya, tiap saat menanyakan ide kita "apa yang anda fikirkan", benar-benar kepo tu facebook mau tau aja fikiran semua orang, memangnya bisa bantu apa.hehehe. mungkin kalo yang buat facebook liat tulisan ini bakalan bilang "berkat gue, lhu pada bisa saling bantu. brapa banyak dagangan lhu yang laku lewat facebook yang gue buat, berapa banyak yang ketemu kawan lama lewat facebook yang gue buat". eit sante bos, kite kan becanda.he
aih baru dua paragraf aja udah kehabisan ide, hmmm. tulis apa lagi ya biar bisa jadi tiga paragraf. owh iya, saya jadi teringat dengan film-film yang dibuat amir khan. itu lho bintang bolywood yang dari india (ya iyalah mas dari india, namanya juga bolywood). pernah nonton film-filmnya kan, misalnya 3 idiot atau tere zamen paar. menarik bukan, bagaimana dia menjalani hidup sesuai dengan yang diinginkan hatinya, berfikir out of box, selalu menjadi kreatif ketika tantangan menghadang. di film tere zamen paar juga gitu, pesannya bahwa setiap anak adalah istimewa dan memiliki kecerdasan yang berbeda-beda. jadi sangat salah ketika "Pintar dan Bodoh" hanya diukur dari nilai matematika dan ipanya. karean kecerdasan banyak macamnya, tidak melulu tentang matematika. jadi buat ibu bapak guru, yuk temukan kecerdasan sama anak didiknya, biar si anak tidak merasa minder gara-gara belum jago matematika. terlepas dari itu, saya sangat kagum dengan guru "pahlawan tanpa tanda jasa". insentif guru dinaikkan ya pak mentri (secret masage.he). makanya saya mau cari pasangan yang jadi guru.hehe

Bukan untuk sembarang hati kupersembahkan

Kubalas persembahanmu
Ketika waktu terus brjalan dengan egonya
Tanpa peduli dengan apa yang terjadi pada kita
Setidaknya dia membiarkan lebih lama lagi untuk bersama
Tuhan
Ku tau diri ini juga tak bisa menjauh dari angan tentangnya
Ketulusan cinta yang terus dipersembahkan
Terus dan terus semakin besar
Tak peduli dengan rintangan dan cobaan yang ada
Asal terus bisa bersama
Bukan untuk sembarang hati kupersembahkan cinta
Engkaulah yang terpilih untukku
Bersama untuk merajut asa demi asa
Berbagi suka dan duka
Takkan kubiarkan air mata membasuhi pipi
Kan kubuat senyum itu terus bermekar dibibir
Karena bahagiamu adalah bahagiaku
Percayalah diri ini hanya untukmu
Jangan pernah meragukanku
Terimalah persembahan cintaku
Aku mencintaimu

Bukan untuk sembarang hati

Minggu, 10 Mei 2015

Janganlah Merasa Kecewa

Pernah saya dinasihati seorang berilmu, nasihat yang sangat bijak, karena sering sekali saya merasa kecewa kepada seseorang lantaran apa yang saya inginkan tidak dipenuhinya: 
janganlah berharap kepada selain Allah, karena bisa jadi kecewa yang kau dapatkan. tetapi meminta dan berharaplah kepada Allah niscaya kau akan mendapatkan ketenangan, karean Allah akan memberikan yang terbaik buat kita.
mungkin orang tempat kita berharap tidak bermaksud untuk mengecawakan kita, tetapi itu tidak terlepas dari ketidakmampuannya dalam memenuhi permintaan kita. maka janganlah marah, berfikir positiflah.
maka meminta seharusnya kepada Allah yang Maha Membolak Balikkan Hati Manusia, yakinlah bahwa segala yang terjadi tidak terlepas dari pengetahuan dan kehendak-Nya. dan ketika tidak sesuai dengan keinginanmu maka bersabarlah dan syukurilah niscaya hati akan menjadi tenang.
bukankah orang mukmin itu sangat beruntung, ketika mendapakan ujian dan cobaan dia bersabar dan ketika mendapatkan kenikmatan dia bersykur. indah sekali ketika dua akhlak ini dipadukan dalam kehidupan kita.

Belajar Menulis 3 Paragraf

menulis itu bagi sebagian orang sangat mudah dan sebagian lagi sangat sulit. seorang penulis pernah berkata, jika mau jadi seorang penulis maka mulailah dengan menulis apa saja yang ingin kita tulis menimal tiga paragraf per hari. 
makanya saya mulai belajar menulis, karena orang tidak akan tau apa yang ada didalam fikiran kita kalau tidak dituangkan dalam bentuk tulisan. masih ingat bagaimana perjuangan Bung Hatta, Bung Karno, Bung Syahrir atau tokoh perjuang kemerdekaan yang lainnya. mereka mendidik rakyat dan mengobarkan semangat perjuangan dengan tulisan-tulisannya yang menggugah semangat. pemikiran pembaharuan bisa jadi mengubah hanya segelintir orang ketika disampaikan dari mulut ke mulut tetapi bisa mengubah banyak orang ketika dituangkan dalam tulisan. bahkan ilmu akan cepat hilang kalau tidak ditulis, sehingga ikatlah ilmu dengan menulisnya.
itulah secuil gambaran manfaat dari menulis. tapi sering sekali saya bingung harus memulainya dari mana. seperti sekarang ini saya tidak punya ide untuk menulis apa. meski sebenarnya banyak banyak hal yang ada didalam fikiran bisa ditulis. saat ini bagi saya sangat sulit untuk menuangkan ide, gagasan atau lintasan fikiran kedalam tulisan. yah misalnya masalah kuliah, ingin menikah, punya mimpi ini, target itu, atau hanya ingin menuangakan pemikiran pembelaan rakyat kepada pemerintah atau juga surat cinta untuk bidadari, bisa juga ingin membuat novel atau cerpen yang dramatis dengan tokoh yang terus dilanda konflik. itu semua ada dalam fikiran saya, tapi sangat sulit untuk menuangkannya dalam tulisan. 
makanya sekarang ini saya lagi belajar menulis, paling tidak mengikuti petuah dari penulis profesional untuk terus berusaha menulis apa saja minimal tiga paragraf. 
eh kayaknya sudah lebih dari tiga paragaraf nih. yes. tapi biar lebih banyak, saya akan tambahkan sedikit curahan hati seseorang kepada dirinya
"saya tu memang begitu orangnya,he. setelah saya sadari tidaklah baik ketika terus-terus mengumbar kata sayang dan cinta meskipun itu benar adanya, toh pada nantinya saya dikatakan pemberi harapan palsu dan mempermainkan perasaan hanya karena salah sedikit saja. pasti saya akan sangat merasa bersalah ketika dijudge dengan hal semacam itu. makanya saya akan cenderung mengambil sikap diam dan dikatakan tidak bernyali tetapi saya terus berjuang mendapatkan dia dalam diam saya, itu lebih baik dari pada dikatakan sebagai penjahat cinta" 

Senin, 13 April 2015

Lirih Hati

Setumpuk rasa bersemayam di hati
Tak sanggup kukatkan padanya
Terus dan terus tersimpan
Entah sampai kapan
Atau harus menunggu
Sampai rasa ini memenuhi rongga dada
Hingga penuh dan tumpah
Sehingga dia tau semuanya
Semua rasa tentang dirinya
Sampai tidak ada ruang untuk oksigen
Yang dengannya aku bernafas
Tapi kini terganti
Setiap nafasku adalah dirinya
Selalu dan selalu dirinya
Lirih hati bertanya
Apa aku harus menunggu
Hingga takdir menunjukkan jawabannya
Jawaban sepihak padaku
Yang tidak ada sedikitpun kekecewaan
Lalu sampai kapan aku harus menunggu
Apa aku harus mendobrak pintu takdir
Memaksa dia memberikan jawabannya
Sampai ku tahu

Kalau dia adalah orang yang khusus dikirmakan Tuhan untukku

Radio Cinta


Sendiriku di ruang rindu
Tersudut dalam lamunan
Kaku diam tak bergeming
Terpenjara ku dikamar kos
Menatap sekeliling
Dengan tatapan kosong
Hanya fikirku dalam lamunan
Menelusuri setiap sudut masa lalu
Masa ketika bersama
Penuh suka, canda dan tawa
Rinduku tereksponensial sepi
Rindu dan sendiri
Ditemani radio cinta
Radio dengan lagu-lagu cinta
Yang mengerti apa yang kurasa
Menemani dengan setia
Inginku sampaikan rasa rindu
Lewat radio cinta
Sehingga kau rasakan gelombang cinta

Yang kukirim untukmu

INAQ


Inaq….
Apa yang dilihat mata
Apa yang dirasa hati
Tidak selamanya baik
Tapi tidak juga salah
Inaq…
Bukan apa yang kita inginkan
Tapi yang kita butuhkan
Yang akan kita dapatkan
Dan kita syukuri
Inaq….
Tuhan sudah menentukan jalannya
Tinggal memaknai ceritanya
Menikmati babak demi babaknya
Mensyukuri nikmat demi nikmat-Nya
Inaq…
Tidaklah hati bersedih
Tidaklah air mata mengalir
Untuk sebuah kesemuan
Tapi untuk sebuah kebahagiaan
Inaq….
Akan datang masanya kita akan mengerti
Akan datang waktunya kita akan menghargai
Akan datang saatnya kita akan memujinya
Inilah cerita yang sudah dituliskan untuk kita
Inaq…
Janganlah hapus senyum itu karena sebuah kemarahan
Ceritaku ceritamu akan menjadi cerita yang indah






Senin, 06 April 2015

Panen Air Segar; Penelitian dan Pengabdian

Kebutuhan akan air bersih
Air merupakan kebutuhan super primer dalam kehidupan manusia. Praktis manusia dan makhluk hidup yang lain tidak bisa lepas dari air, baik untuk minum, mencuci, mandi, irigasi, kebutuhan industri dan masih banyak kegunaan air bagi manusia. Air yang dikonsumsi manusia kebanyakan diperoleh dari air permukaan dan air tanah (groundwater). Karena aktivitas manusia yang begitu pesat, tidak bisa dihindari adanya limbah yang menyertainya. Kadangkala limbah ini dibuang begitu saja sehingga menyebabkan kerusakan lingkungan.
Saat ini seringkali terjadi krisis air bersih di beberapa tempat. Semakin bertambahnya jumlah penduduk bumi mengakibatkan semakin bertambah pula kebutuhan terhadap air. Sementara keberadaan air bersih saat ini sudah mulai menyusut dan sangat dihawatirkan akan mengalami kepunahan. Banyak hal yang dapat menyebabkan krisis air bersih, selain akibat bencana alam kerusakan juga terjadi akibat ulah tangan manusia itu sendiri.
perlindungan terhadap hak mendapatakan air bersih
Besarnya kebutuhan manusia terhadap air, dan besarnya keuntungan yang bisa diperoleh dari bisnis air, memicu beberapa pihak untuk mengkomersilkan air bersih dan muncullah perusahaan-perusahaan raksasa yang menguasai air bersih. Sehingga mau tidak mau masyarakat akan membayar berapapun untuk mendapatkan air bersih. Oleh karena itu perlu adanya perlindungan terhadap hak-hak rakyat. Dan sudah jelas dalam UUD 1945 mengamanatkan bahwa air dikelola oleh Negara dan dipergunakaan dengan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan rakyat. Sehingga hak rakyat untuk mendapatkan air bersih dapat terpenuhi.
Selain permasalahan hegemoni dan komersialisasi air bersih, permasalahan yang lain yaitu sulit mendapatkan air bersih karena air permukaan yang ada sudah banyak mengalami pencemaran dari limbah industri dan sampah rumah tangga. sehingga air diambil dari air tanah (ground water) yang jumlahnya hanya sedikit. Lambat laun air bersih diambil dari air laut, yang tentunya dibutuhkan teknologi yang bagus untuk mendapatkannya.
Pelaksanaan proyek
Proyek ini saya namakan “panen air segar; penelitian dan pengabdian” yang didasari dari rasa ingin tahu dan ingin mengembangkan potensi sumber daya alam lokal Lombok. Oleh karena itu saya akan melakukan penelitian tesis untuk menyelsaikan kuliah saya di prodi s2 ilmu kimia FMIPA UGM dan sekaligus ingin mengambil peran dalam menyelesaikan permasalahan bangsa. Harapan saya hasil penelitian yang saya lakukan bisa diaplikasikan bagi masyarakat. Adapaun tema penelitian yang akan saya lakukan yaitu “ Desalinasi Air Laut Menggunakan Membran Keramik Berbasis Lempung Alam Desa Sekotong”. Dalam penelitian ini ada dua hal yang ingin saya lakukan yaitu, pertama, mempelajari lempung alam desa Sekotong, Lombok Barat baik itu dari sisi fisika dan kimia yang menyangkut kekutan mekanik dan komposisi kimia lempung alam desa Sekotong. Sehingga dapat memberikan tambahan informasi geokimia lempung di NTB. Kedua, ingin mempelajarai kemampuan filter keramik dari lempung alam desa Sekotong dalam desalinasi air laut. Sehingga ada nilai tambah dari lempung desa Sekotong, tidak hanya dimanfaatkan sebagai tanah urug dan untuk membuat gerabah saja.

Penelitian akan saya lakukan dilapang yaitu pengambilan lempung di desa Sekotong dan pembuatan membran keramik di laboratorium. Kemudian hasil penelitian akan saya aplikasikan disalah satu daerah pesisir Lombok Selatan. Berikut rancangan alat penyaringan air: