Laman

Selasa, 12 Mei 2015

Bangsaku yang Sakit

Selamat pagi saudara sebangsa dan setanah air, semoga kita selalu dalam lindungan Allah Tuhan Yang Maha Esa, selalu diberikan kesehatan ditengah sakitnya bangsa ini. yang sudah menganugrahkan kemerdekaan bangsa Indonesia dengan seluruh tumpah darah para pejuang kemerdekaan. sudah 69 tahun kemerdekaan bangsa ini sejak proklamasi kemerdekaan diproklamirkan. usia yang cukup tua kalau dibandingkan dengan usia manusia tetapi tidaklah terlalu tua untuk sebuah bangsa, tetapi bangsa ini sedang sakit entah enggan untuk sehat atau memang tidak bisa sehat. kita tentunya sebagai bagian dari bangsa ini harus tetap optimis untuk kesembuhan bangsa ini, setidaknya dengan terus menjaga kesehatan diri.
miris dan sedih rasanya melihat bangsa ini terus dan terus dilanda sakit, masihkah ada asa ditengah guncangan dan serangan yang bertubi-tubi terhadap negeri ini. satu persatu keutuhan bangsa dirontokkan oleh penjajahan gaya baru, neoliberalisme, imprealisme dan kapitalisme. adakah asa ketika sejengkal demi sejengkal kita kehilangan tempat berpijak. 
sakit bangsa ini sudah terlalu parah, rakyat tidak percaya terhadap pemimpinnya, pemimpin tidak percaya kepada rakyatnya. setiap hari rakyat terus dipertonotonkan dengan perebutan kekuasaan, pencurian harta rakyat, sehingga rakyat kehilangan kepercayaan kepada pemimpinnya. siang hari rakyat disuguhkan dengan tayangan yang membuat rakyat semakin ngeri tinggal di negeri ini, pembunuhan, kerusuhan, aksi teror, ancaman narkoba. seolah-olah tidak ada tempat untuk meraskan keamananan dan kenyamanan di negeri ini. malam hari rakyat dipertontonkan nyanyi-nyanyian, joget, dangdutan, seolah-olah rakyat diajak untuk merasa tenang dan melupakan sejenak atas bayang-bayang ketakutan. kemudian pemimpin tidak percaya dengan rakyatnya, berapa banyak rakyat yang mencoba mencari ketenangan kepada Tuhannya dibrangus dengan kejam lantaran dianggap teroris bagi bangsanya sendiri.
wahai saudara sebangsa dan setanah air, mari kita berdoa untuk kesembuhan bangsa ini, meminta dilimpahkan rahmat kepada Tuhan Yang Maha Esa sehingga kita diberikan kemerdekaan seutuhnya.

Tidak ada komentar: