kali ini akan ku ceritakan kisah asmara dua sejoli yang penuh dilema. awal kisah dimulai ketika keduanya saling mencintai dan berharap hidup bersama selamanya. tetapi, keduanya dibatasi tembok pemisah yang begitu kuat, yaitu tembok Ningrat. ironis sekali, dizaman yang semodern ini cinta dibelenggu kebebasannya hanya gara-gara perbedaan status sosial. tetapi itulah keadaannya. dua sejoli yang ku maksud namanya Faiz dan Faizah. nama yang serasi bukan, tapi bukan karena nama yang membuat mereka saling mencintai. keduanya dipertemukan pada saat ospek (orientasi pengenalan kampus) universitas di UGM (universitas gunung timba) yang berlangsung selama 3 hari. universitas ini terletak di pusat kota (ibu kota provinsi), universitas ini adalah universitas paling pavorit, sehingga persaingan sangat ketat untuk masuk universitas ini. Faza dan Faizah berbeda jurusan, Faiz jurusan Ekonomi dan Faizah jurusan Psikologi. selama 2 hari ospek mereka tidak pernah bertemu dan bertemu pada hari ke 3 ketika Faizah sedang menunggu jemputan, dia dijemput Wayahnya*). ketika Faiz hendak pulang ke kos, matanya tidak sengaja melihat Faizah yang sedang menunggu jemputan. Faiz kemudian mendekati Faizah, mereka kemudian berkenalan.
"Hi, kenapa belum pulang?", Faza mencoba menyapa.
"ya nih, lagi nunggu jemputan", Faizah menimpali (tapi tidak terlalu memperhatikan Faiz)
saat itu Faizah harap-harap cemas karena jemputannya belum juga dateng. Faiz pun mencoba memperkenalkan diri.
"oh ya, saya Faiz, saya jurusan Ekonomi",
"saya Faizah, jurusan Psikologi" Faizah menimpali.
"wah nama yang bagus, mmm,,, knapa gelisah gitu"
"ya nih, jemputanku belum-belum juga dateng",,,
"ooow... kalo gitu aku temenin ya" Faiz menawarkan diri.
"ndak usah Iz, aku ndak papa nunggu sendiri", Faizah menolak tawaran faiz.
"bneran?, udah magrib ni, orang-orang sudah pada pulang semua"
"aku tmenin ya sampe jmputan kamu dateng", Faiz melnjutkan.
"ya sudah kalo begitu",
"BTW, rumah kamu dimana?"
"aku tinggal di Gunung Spang, dket kok dari sini"., "kalo kamu dimana?" faizah balik nanya.
"kalo aku dari Lnting, tapi ngekos di Repok"
"ow, kamu ngekos. aku ndak tau nama Lenting. tempatnya jauh ya"..
"ya lumayanlah, butuh waktu 3 jam kalo pake engkel". jawab Faiz.
"wah, jauh juga ya"
"ya begitulah"
"eh, jmputanku dah dateng tu. aku duluan ya"
"ya aku juga mau balik ne"
faizah berlalu dari sampingnya Faiz, tapi baru beberapa langkah dia berbalik arah. setengah berteriak faizah memanggil Faiz,
"Iz, makasih ya sudah ditemenin"
"Ok sama-sama"
"Kita bisa ketemu lagi kan besok" tambah Faiz.
Faizah mengangkat tangan kanannya lalu ibu jari dan telunjuknya disatukan membentuk lingkaran, yang maksudnya OK. Faizah lalu masuk mobil dan menyisakan senyuman manis untuk Faiz. Faiz jadi senyum-senyum kegirangan seperti orang gila dari kampus ke kos.
1 komentar:
bagus22
Posting Komentar