Laman

Senin, 29 Desember 2014

Batu Daun Cinta Teman Setia Belajarku



Batu Daun Cinta Teman Setia Belajarku
Penulis             : Sekolah Guru Indonesia
Penerbit           : Sekolah Guru Indonesia-Dompet Dhuafa
Cetakan           : I, November 2014
Hal                  : xviii + 254 Halaman
Pendidikan merupakan bagian yang sangat penting dalam pembangunan bangsa. Bisa dikatakan, tanpa pendidikan suatu bangsa tidak akan bisa maju. Kondisi pendidikan dan kualitas pendidikan di Indonesia masih rendah dan hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak belum merata. Fasilitas pendidikan yang bagus masih tersentralisasi hanya di Indonesia bagian barat saja. Sementara, di bagian Indonesai timur masih belum mendapatkan pendidikan yang layak secara merata. Terlebih di daerah Tertinggal, Terdepan dan Terbelakang (3T) kondisi pendidikan sangat memprihatinkan.
Tidak hanya masalah hak mendapatkan pendidikan yang layak. Tetapi juga rasa nasionalisme menjadi PR yang besar bagi pemerintah dan orang-orang yang peduli dengan pendidikan Indonesia. Oleh karena itu, Sekolah Guru Indoensia mencoba mengambil andil dalam membenahi pendidikan anak Bangsa dengan program Sekolah Guru Indonesia. Yaitu dengan mengirim guru-guru muda terbaik ke seluruh pelosok negeri. Kiprah dan perjuangan mereka membenahi pendidikan anak bangsa tercatat dalam buku ini. Kisah suka dan duka para pejuang pendidikan dalam mencurahkan ilmu dengan sepenuh hati kepada anak-anak di penghujung negerei patut untuk disimak. Dengan misi mengembalikan semangat untuk bersekolah dan mengokohkan semangat nasionalisme dan kebangsaan anak-anak di tapal batas negeri tercinta ini.
Kisah ibu Dwi, guru muda Sekolah Guru Indonesia yang bertugas di daerah perbatasan di Nunukan, Kalimantan Utara mencerminkan wajah pendidikan di tapal batas. Adalah Andi, siswa ibu Dwi yang setiap hari melintasi dua Negara untuk sekolah. Andi tinggal di Sungai Pukul, Sebatik Malaysia dan bersekolah di Sebatik Indonesia.
“gambar apa ini?” Aku menunjukkan gambar wortel kepada siswa.
“Lobak, Bu!” sahut mereka kompak.
“Apa?” Tercengang Aku mendengar jawaban mereka.
Aku mencoba menenangkan diri, Aku mencoba berdamai dengan apa yang baru saja ku dengar dari lisan siswaku. Bagaimana mungkin mereka lebih akrab dengan bahasa Malaysia dibandingkan bahasa Indonesia.
Itulah salah satu cuplikan kisah dalam buku ini. Dekatnya mereka dengan budaya Negara tetangga, prkatis membuat mereka lebih akrab dengan bahasa Malaysia. Namun semangat Nasionalisme Andi patut diteladani, wlaupun tinggal di Malaysia tetapi dia tetap bersekolah di Indonesia.
Ada dua hal penting yang ingin disampaikan buku ini yang dibeberkan dari kisah para Guru muda Sekolah Guru Indonesia; pertama, bagaimana menciptakan kegiatan belajar mengajar lebih menarik dan menyenangkan walaupun dalam kondisi fasilitas yang terbatas dan kedua, memberikan gambaran pada para pendidik (Guru) bahwa Guru harus memiliki ideology yang kuat untuk mencurahkan ilmu dengan sepenuh hati kepada siswa tanpa pamrih dan penuh keikhlasan.
Di dalam buku ini diceritakan bagaimana para guru muda SGI memanfaatkan alam sekitar sebagai media belajar yang menyenangkan dan bagaimana menerapkan metode mengajar yang tepat sesuai dengan tipikal siswa. Buku ini sangat cocok dibaca oleh para praktisi pendidikan dan para Guru Indonesia sebagai sumber inspirasi dan sebagai refrensi dalam memberikan pendidikan yang terbaik untuk anak-anak bangsa. Bahasa yang digunakan pun sangat sederhana karena dituliskan berdasarkan pengalaman dari para guru muda SGI sehingga mudah untuk dicerna oleh semua kalangan pembaca. Layoutnya juga simpel dan menggunakan tata bahasa indonesia yang baik.
Hampir tidak ada kekurangan dari materi dan analisis ide yang ingin disampaikan karena benar-benar merupakan kisah nyata. Tetapi buku ini tidak menjelaskan secara terperinci bagaiman membuat media pembelajaran pada siswa. Mungkin ini perlu dituangkan dalam buku yang lain sehingga bisa dijadikan acuan untuk guru Indonesia.
Saya menyimpulkan bahwa anak-anak bangsa adalah agen stock dan agen perubahan untuk Indonesia, sehingga pendidikan yang layak adalah hak setiap anak di Negeri ini.


Tidak ada komentar: