Kehidupan yang kita jalani
saat ini adalah seperti sandiwara yang alur ceritanya diatur oleh Tuhan Yang
Maha Esa, sang Sutradara kehidupan. Dimana kita adalah actor-aktor yang
memainkannya. Sebelumnya, dikehidupan alam kandungan kita sudah teken kontrak dengan-Nya.
Umur, rizki, jodoh dan takdir kita sepakati sebagai tiket menjalani kehidupan ini.
Dalam menjalani kompleksitas
kehidupan ini sering membuat kita bingung, layaknya sebuah misteri. Segala hal terjadi
begitu saja tanpa kita sadari dan fahami. Kebahagiaan bias datang begitu saja ketika
kesedihan barusaja melanda, begitu juga sebaliknya. Manusia dalam hidupnya tidak
terlepas dari keinginan dan harapan untuk kehidupan yang lebih baik. Banyak hal
yang dihadapi, cobaan, rintangan, kegagalan, peluang dan kesuksesan. Sebagai
actor, seharusnya menempatkan diri kita sebagai seorang pemenang.
Kehiidupan itu seperti sebuah
echo, echo adalah refleksi atau gelombang yang dipancarkan kembali. Seperti hukum
Newton III atau dikenal dengan hukum aksi-reaksi yang mengatakan bahwa sebuah aksi
yang kita berikan pada suatu objek maka objek tersebut memberikan reaksi yang
serupa. Begitu juga dengan kehidupan ini, aksi yang kita berikan untuk kehidupan
ini maka kita akan mendapatkan reaksi yang serupa dari kehidupan ini. Segala persepsi,
fikiran dan tindakan yang kita berikan pada kehidupan ini maka kita akan mendapati
kehidupan seperti yang kita persepsikan. Ketika kita berfikir hidup ini susah maka
kita akan mendapatkan kesusahan-kesusahan hidup dan begitu juga sebaliknya. Dan
ketika berbuat kerusakan-kerusakan maka kita akan mendapatkan dampak dari kerusakan
yang kita lakukan.
Ada sebuah kisah, suatu
hari seorang anak kecil pergi mendaki gunung dengan ayahnya. Sang anak begitu senang
dan bahagia. Dia sangat menikmati perjalanannya. Ayahnya laulu berkata“ Nak,
ini adalah nikmat Tuhan yang diberikan kepada manusia untuk dikelola dan dimanfaatkan”.
Mereka terus melangkah dan anak kecil itu sangat menikmati perjalanannya,
berlari-lari kecil dan melompat-melompat. Beberapa langkah anak kecil itu terjatuh
karena tersandung akar pohon. Spontan saja dia berteriak kesakitan “aduuuh”,
tidak lama kemudian terdengar suara misterius “aduuh” meniru perkataan anak kecil
itu, suara itu adalah echo atau gema yang dipantulkan tebing-tebing. Anak kecil
itu bingung lalu berteriak “Hei, siapa kamu”, bukan jawaban yang dia dapatkan tetapi
kata-kata yang dia lontarkan terdengar “Hei, siapa kamu”. Anak kecil itu tambah
bingung, lalu dia berteriak lagi“ Tunjukkan dirimu”, dan gema itu terdengar
“Tunjukkan dirimu”. Saking jengkelnya anak itu berteriak“ kamu pengecut”, suara
misterius (gema) membalas “ kamu pengecut”. Ayahnya lalu tersenyum melihat kelakuan
anaknya. Lalu dengan bijak ayahnya menjelaskan suara yang didengar itua dalah
Echo, apa yang kita lontarkan maka kita akan mendapatkan hal yang serupa. Lalu ayahnya
berdiri dan berteriak “kamu sang pemberani ” suara misterius itu menyahut “kamu
sang pemberani”. Ayahnya berteriak lagi “kamu sang pemenang ” suara itu membalas
“kamu sang pemenang”. Anak itu terlihat bersemangat lalu berdiri dan berteriak
“kamu sang juara” suara misterius menyahut “kamu sang juara”.
Hidup inia dalah sebuah
Echo, sehingga berfikir positif atas kehidupan dan Sang Maha pemberi hidup adalah
salah satu kunci menjadi seorang pemenang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar