usianya sekarang 48 tahun, dan berhasil meraih gelar sarjananya (S.Pd). dialah seorang pembelajar sejati, tidak pernah puas dalam menuntut ilmu dan mengajarkannya. Aku selalu memanggilnya "Inaq". dia sangat benci dengan anak muda yang menyia-nyiakan waktunya melakukan yang tidak bermanfaat dari pada sekolah, dia juga sangat benci melihat orang tua yang tidak mau menyekolahkan anaknya dengan alasan tidak punya biaya. dia yang selalu memilih mengeluarkan biaya untuk keperluan pendidikan dari pada memilih menimbun harta. pesannya selalu terngiang didalam ingatan "berpendidikan lah yang tinggi, biarlah kita tidak punya apa-apa (materi) asal punya ilmu". bukan harta menjadi prioritas utama yang diwariskan tetapi memberikan pendidikan setinggi-tingginya, karena dengan ilmu mampu merubah keadaan.
9 Mei yang lalu menjadi hari yang istimewa baginya, dia merasa orang yang paling bahagia di dunia karena berhasil meraih gelar sarjananya. teringat kata-kata yang dituturkan kepada saya "anakku, di hari wisudaku. aku merasa menjadi orang yang paling bahagia di dunia. aku tidak tau apakah anakku, adikmu, bapakmu merasa bahagia melihat aku wisuda. tidaklah mudah bagiku menyelsaikannya, banyak rintangan dan ujiannya. dan aku akan merasa menjadi orang yang paling bahagia ketika mendengarkan apalagi melihat anakku wisuda. anakku adalah aset yang terbesar, kebanggaan, bahkan menjadi harapan untuk keluarga ini. tidak putus do'aku, setiap waktu mengiringi lagkah perjuanganmu, tidakhanya di waktu sholat dan sujud panjangku tapi setiap doa makan selalu kuselipkan do'a untuk anakku, dalam do'aku berharap biarlah aku yang merasakan susah dan tidak dirasakan oleh anakku, masak iya Allah tidak mendengar setiap do'a yang kupanjatkan"
belum habis kata-kata yang diucapkan inaq, bulir air mata tidak terbendung mengikuti haru dihati. inaq melanjtukan kata-katanya "anakku, hanya satu yang kuminta darimu sebelum anakku memutuskan hidup bersama wanita yang anakku cintai. berikanlah inaq kebahagian terbesar yang inaq damba-dambakan, persembahkanlah kelulusanmu (mastermu), hanya itu yang kuminta. setelah itu, terserah anakku melanjtukan hidup seperti yang diinginkan. pergilah kelilingi bumi Allah, ambillah manfaat dan pelajaran darinya, tapi janganlah anakku lupa untuk kembali, pulanglah untuk melihat inaq disini"
Terimakasih atas do'a, nasihat dan semua pengorbanan yang inaq berikan. selamat atas diwisudanya inaq (Nurhidayah, S.Pd), semoga ilmu yang didapat bermanfaat dalam mengantarkan generasi harapan bangsa.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar