Setumpuk rasa bersemayam di hati
Tak sanggup kukatkan padanya
Terus dan terus tersimpan
Entah sampai kapan
Atau harus menunggu
Sampai rasa ini memenuhi rongga dada
Hingga penuh dan tumpah
Sehingga dia tau semuanya
Semua rasa tentang dirinya
Sampai tidak ada ruang untuk oksigen
Yang dengannya aku bernafas
Tapi kini terganti
Setiap nafasku adalah dirinya
Selalu dan selalu dirinya
Lirih hati bertanya
Apa aku harus menunggu
Hingga takdir menunjukkan jawabannya
Jawaban sepihak padaku
Yang tidak ada sedikitpun kekecewaan
Lalu sampai kapan aku harus menunggu
Apa aku harus mendobrak pintu takdir
Memaksa dia memberikan jawabannya
Sampai ku tahu
Kalau dia adalah orang yang khusus dikirmakan Tuhan untukku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar