Kekuatan yang paling menonjol dari orang yang merantau adalah kesabaran kemudian diikuti semangat dan kerja keras. bagi kami hijrah (merantau) baik dalam arti berpindah tempat ataupun dalam arti merubah sikap dan pola pikir merupakan strategi yang jitu untuk memahami beberapa bagian dari rahasia perjalanan hidup. tanah rantauan menjadi tempat yang paling tepat untuk menyusun strategi dan merenungi hari-hari yang sudah dilalui. merantau bukanlah lari dari keadaan di daerah asal, tetapi cara jitu untuk bertransformasi menjadi pribadi yang lebih kuat. buah dari merantau adalah kesabaran dan buah dari kesabaran adalah kesuksesan, tentunya sukses dalam arti yang sangat luas yang tidak terpaku pada materi.
hijrah akan membuat seorang pencari ilmu akan menjadi lebih kaya ilmu dan membuat kita menemukan hal-hal baru. Rasulullah juga hijrah dari Makkah ke Madinah, kemudian dari madinah tersebarlah islam yang merubah peradaban menjadi lebih baik. sebut saja laksamana Cheng Ho melakukan perjalanan mengelilingi dunia dan menyebarkan agama islam. kemudian para perawi hadits seperti imam buhari dan yang lainnya melakukan perjalanan dari satu tempat ke tempat yang lainnya untuk mempelajari hadis Rasulullah dan menjadikan merekan menjadi orang yang ahli dalam ilmu hadis. semangat hijrah inilah yang kami pegang, untuk mengembangkan diri dan untuk menemukan hal yang baru sehingga memperkaya pengetahuan dan pengalaman.
Di tempat saya (Gunung Timba), orang pergi merantau sudah biasa kami lihat sejak kecil. banyak tujuan yang ingin dicapai, entah alasan memperbaiki ekonomi ataupun sekolah setinggi-tingginya. walaupun kami tidak diajarkan secara langsung, dari mulut ke mulut secara turun temurun, tetapi kebiasaan melihat orang merantau mengajarkan kami bahwa merantau bisa membentuk karakter pejuang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar