Laman

Kamis, 03 Oktober 2013

 Tentang Rasa

Setumpuk rasa bersemayam di hati
tak sanggup kukatakan padanya
Terus dan terus tersimpan
Entah sampai kapan
Atau harus menunggu rasa ini memenuhi rongga dada
Hingga penuh dan tumpah
Semua rasa tentang dirinya
Sampai tidak ada ruang sedikitpun untuk oksigen 
Yang dengannya aku bernafas
Tapi kini telah terganti
Setiaf nafasku adalah dirinya
Selalu dan selalu dirinya
Lirih hati bertanya
Apa aku harus menunggu
Hingga takdir menunjukkan jawabannya
Jawaban sepihak padaku
Yang tidak ada sedikitpun kekecewaan didalamnya
Lalu..
Sampai kapan aku harus menunggu
Haruskah aku mendobrak pintu takdir
Memaksanya memberikan jawabannya

Sampai ku tahu
Kalau dirinya khusus dikirimkan Tuhan padaku

Tidak ada komentar: