Tentang Rasa
Setumpuk rasa bersemayam di hatitak sanggup kukatakan padanya
Terus dan terus tersimpan
Entah sampai kapan
Atau harus menunggu rasa ini memenuhi rongga dada
Hingga penuh dan tumpah
Semua rasa tentang dirinya
Sampai tidak ada ruang sedikitpun untuk oksigen
Yang dengannya aku bernafas
Tapi kini telah terganti
Setiaf nafasku adalah dirinya
Selalu dan selalu dirinya
Lirih hati bertanya
Apa aku harus menunggu
Hingga takdir menunjukkan jawabannya
Jawaban sepihak padaku
Yang tidak ada sedikitpun kekecewaan didalamnya
Lalu..
Sampai kapan aku harus menunggu
Haruskah aku mendobrak pintu takdir
Memaksanya memberikan jawabannya
Sampai ku tahu
Kalau dirinya khusus dikirimkan Tuhan padaku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar