Laman

Kamis, 03 Oktober 2013

 Tentang Rasa

Setumpuk rasa bersemayam di hati
tak sanggup kukatakan padanya
Terus dan terus tersimpan
Entah sampai kapan
Atau harus menunggu rasa ini memenuhi rongga dada
Hingga penuh dan tumpah
Semua rasa tentang dirinya
Sampai tidak ada ruang sedikitpun untuk oksigen 
Yang dengannya aku bernafas
Tapi kini telah terganti
Setiaf nafasku adalah dirinya
Selalu dan selalu dirinya
Lirih hati bertanya
Apa aku harus menunggu
Hingga takdir menunjukkan jawabannya
Jawaban sepihak padaku
Yang tidak ada sedikitpun kekecewaan didalamnya
Lalu..
Sampai kapan aku harus menunggu
Haruskah aku mendobrak pintu takdir
Memaksanya memberikan jawabannya

Sampai ku tahu
Kalau dirinya khusus dikirimkan Tuhan padaku

Sabtu, 27 April 2013

Ujung Rindu

tersusudut sepi diruang rindu
kelam datang mencekam
hanya sendiri bergulat dengan sunyi
berharap semua akan berakhir
angin malam menelusuk relung jiwa yang dalam
menyapu serpihan rindu
dan membawanya terbang
menguap
berbaur dengan atmosfir bumi
mata terus terpejam
lambat laun terusik dengan cahaya terang
tajam menyilaukan
memberi kabar
inilah ujung rindu
dan rengkuh semua asa cita dan cinta
bertengger dipuncak cahaya

"2016"

Pelangi di Mata 2 Bidadari

air mata tidak terbendung
terbayang 2 sosok bidadari bermata pelangi
seakan tidak sanggup menghapus pelangi dimatanya
pelangi itu
terus terbayang
menggetarkan jiwa
menguatkan langkah
jurang terjal, batu tajam, samudra ganas
tidak mampu menyurutkan tekad
demi sebuah pelangi dimata 2 bidadari

Kerikil

kepincangan jiwa
kerapuhan hati
seakan menjadi kerikil dalam sela-sela kaki
menyakitkan
membuat luka
inveksi
dan membusukkan kaki
lalu terjebak dalam sebuah keputus asaan
jautuh dan tersingkir